Wednesday, August 30, 2017

5 Risiko Bayi Yang Dilahirkan Secara Caesar

Masa-masa mengandung adalah masa-masa paling menegangkan sekaligus penantian paling menggembirakan bagi seorang ibu. Sebab setelah melewati masa ini ibu akan menuju pada proses melahirkan buah hati tercintanya. Namun adakalanya kelahiran bayi tidak bisa berjalan dengan normal dan harus dilakukan upaya lain demi menyelamatkan calon bayi dan ibu seperti operasi caesar.

5 Risiko Bayi Yang Dilahirkan Secara Caesar

5 Risiko Bayi dilahirkan Secara Caesar 


Terjadinya Gangguan Pernafasan

Risiko pertama dari persalinan dengan cara Caesar adalah terjadinya gangguan pernafasan. Dalam istilah kedokteran gangguan pernafasan yang dialami bayi yang dilahirkan dengan cara caesar disebut dengan istilah TTNB atau Transient Thacypnea Of The New Born. 

Gangguan ini terjadi akibat cairan yang memenuhi janin selama bayi berada dalam rahim tidak terkompresi. Kompresi rahim juga terjadi akibat kontraksi secara berkala pada rahim ibu yang semakin kuat dan lama-kelamaan menekan bayi. Akibatnya bayi cairan dalam paru-paru secara otomatis ikut keluar.

Kekebalan Tubuh Rendah

Meski belum ada data valid dari evidance base yang menyatakan kelahiran bayi caesar dapat menurunkan kekebalan tubuh bayi, namun melahirkan bayi secara Caesar memiliki risiko tinggi terhadap rendahnya sistem kekebalan tubuh bayi. Pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim seorang ibu dengan proses yang nyaris steril ke lingkungan luar.

Saat lahirpun mulut bayi tidak tertutup sehingga kuman banyak yang masuk ke dalam mulut dan sampai ke sistem pencernaan. Akibatnya bayi mengalami kontak secara alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya dan kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi. Berbeda dengan proses caesar yang tidak melewati jalur kelahiran secara normal.

Rentan Terkena Alergi

Tidak melewatinya jalan kotor yang seharusnya menjadi jalan kelahiran bayi secara normal serta pemberian ASI dengan tertunda sangat berdampak terhadap risiko terkena alergi pada bayi. Masih ditambah paparan antibiotik yang umumnya diberikan kepada bayi setelah proses kelahiran Caesar sebagai antisipasi terjadinya infeksi. Hal tersebut sebenarnya menjadikan potensi bayi mengalami alergi semakin besar.

Rendahnya Tingkat Kekuatan Emotional

Meski belum terbukti secara ilmiah perbandingan antara kelahiran bayi secara normal dan caesar yang berbeda jika dipandang dari segi emosionalnya, namun kelahiran caesar cenderung berisiko terhadap kekuatan emosional bayi. Sebab bayi yang lahir secara normal harus melewati jalan berliku dan sempit serta tekanan hebat akibat kontraksi rahim hingga akhirnya bisa lahir ke dunia.

Perjuangan ini melatih mental bayi dalam mengendalikan emosionalnya sejak dini. Hal ini bisa menjadi kontribusi terhadap kepribadian anak kelak. Berbeda dengan kelahiran bayi secara caesar dan bayi tidak melewati perjuangan sebagaimana kelahiran normal pada umumnya.

Terpengaruhnya Anastesi

Kondisi ini bisa saja terjadi, sebab kelahiran secara caesar membutuhkan tenaga medis yang beraneka ragam seperti dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, serta dokter anstesi yang harus dengan tepat memperkirakan penggunaan anastesi pada bayi bisa dilakukan seminimalnya. 

Untuk itu umumnya anastesi yang digunakan adalah anastesi dalam dosis rendah. Sebab penggunaan bius totak pada bayi akan mempengaruhi bayi terlihat ngantuk akibat dikeluarkan saat masih dalam pengaruh anastesi tersebut. Selain itu bayi dilahirkan secara caesar juga mempunyai kesempatan untuk menjalani IMD atau inisiasi menyusu dini. 

Sebab kondisi bayi caesar berbeda dengan kondisi bayi yang lahir secara normal dan langsung bisa ditempelkan ke dada ibunya an reflek yang cukup kuat untuk menggapai payudara ibu dan mendapatkan ASI. Sedangkan bayi yang dilahirkan secara caesar biasanya harus mendapatkan perawatan medis terlebih dahulu seperti dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernafasan bayi.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon