Sunday, March 18, 2018

WASPADAI 7 BAHAN BERBAHAYA INI DI DALAM DEODORAN BISA MEMICU KANKER

Hindari 7 Bahan Berbahaya di Dalam Deodoran. Deodoran yang kita pakai untuk menghilangkan bau badan ternyata menyimpan bahaya tersembunyi. Kandungan bahan-bahan kimia yang ada pada deodoran justru memiliki dampak yang kurang baik terhadap kesehatan. Sebagai referensi, baca juga TIPS AGAR TUBUH TETAP WANGI DAN SEGAR SEPANJANG HARI

WASPADAI 7 BAHAN BERBAHAYA INI DI DALAM DEODORAN BISA MEMICU KANKER

Ada beberapa kandungan deodoran yang wajib kita hindari. Berikut kandungan deodoran yang sebaiknya kita hindari sebab bia memicu kanker.

1. Parabens

Ada banyak jenis bahan paraben mulai dari Methylparaben, Propylparaben, Ethylparaben atau Butylparaben. Paraben ditemukan di dalam beberapa produk kosmetik dan perawatan kecantikan kulit.

Namun penelitian menunjukkan jika kandungan ini sebenarnya sangat berbahaya. Paraben dikaitkan dengan kanker payudara dan mereka juga bisa mengganggu keseimbangan hormonal tubuh.

Paraben meniru aktivitas estrogen dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, risiko kanker 8 kali lebih tinggi pada orang-orang yang menggunakan kosmetik yang mengandung paraben. Beberapa juga percaya bahwa menghirup bahan ini berbahaya karena jika paraben dapat disimpan di dalam tubuh, ada kemungkinan mereka dapat menimbulkan risiko kesehatan dari waktu ke waktu.

2. Aluminium

Aluminium adalah komponen utama antiperspiran. Bahan ini dapat mengurangi kelembaban dan menghambat saluran keringat di ketiak kita. Aluminium juga meminimalkan bau badan dengan menghambat bakteri yang memakan keringat.

Tapi semua penyumbatan itu sebenarnya bisa berdampak buruk bagi tubuh karena tidak membiarkan racun yang diperlukan keluar.

Deodoran yang mengandung alumunium chloride dapat menyebabkan kulit ketiak iritasi, terasa panas, bahkan hingga terdapat luka bakar ringan karena reaksi kimiawinya.

Para peneliti menunjukkan bahwa senyawa aluminium cepat diserap ke dalam kulit dan menyebabkan perubahan hormon estrogen, yang jadi penyebab berkembangnya sel-sel kanker payudara. Pada payudara yang mengandung unsur alumunium ini dapat memicu terjadinya kanker payudara.

Bahan ini juga dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Penelitian lain menemukan bahwa pasien Alzheimer memiliki kadar aluminium tinggi di otak mereka, membuat para peneliti membuat hubungan yang menakutkan antara ramuan dan penyakit yang populer.

3. Propylene Glycol
Propylene glycol adalah pelembab yang awalnya dirancang sebagai antibeku otomotif, tapi sekarang juga digunakan pada beberapa produk kecantikan, kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini adalah neurotoksin yang dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Studi terakhir menunjukkan bahwa zat ini dapat merusak ginjal dan hati.

4. Methylchloroisothiazolinone
methylisothiazolinone dapat menyebabkan masalah kulit alergi pada beberapa orang.

Bahan ini tidak hanya bersembunyi di deodoran kita, tapi juga dapat ditemukan dalam tisu basah dan pelembap tertentu.

5. Amine
DEA (Diethanolamine), TEA (Triethanolamine) dan MEA (Monoethanolamine) mengatur tingkat pH dan banyak digunakan dengan asam lemak untuk mengubah asam menjadi garam, yang kemudian jadi bahan dasar deterjen. Bahan ini bisa menjadi racun jika terakumulasi dalam tubuh untuk jangka waktu yang panjang. Apalagi kalau ditemukan pada kosmetik dan produk perawatan kulit.

Bahan bahan berbahaya ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan penggunaan jangka panjang diduga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati. Penggunaan zat ini di Eropa telah dibatasi karena sifat karsinogenik yang dimiliki.

6. Triclosan
Bahan lainnya yakni Triclosan. Triclosan adalah bahan kimia antimikroba buatan yang digunakan untuk membunuh bakteri pada kulit. Diketahui jika bahan ini bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan dermatitis kontak.

Triclosan menyebabkan iritasi kulit serta memicu timbulnya dermatitis kontak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa zat kimia ini dapat menyebabkan disfungsi tiroid serta kegagalan sistem hormonal tubuh.

7. Bedak (talc)
Silikat berair atau bedak adalah mineral lembut yang digunakan dalam produk perawatan pribadi sebagai penyerap. International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan bedak sebagai karsinogen untuk manusia hanya bila mengandung serat asbes. Kandungan kuantitatif serat bedak dalam produk kosmetik tidak diatur. Dan jika tercantum dalam komposisi bahan pada kemasan, konsumen jadi tidak bisa mengetahui apakah mengandung serat asbes atau tidak.

Jika sulit untuk menangani masalah bau badan, kita bisa konsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum menggunkan deodoran.

Untuk mencegah bahaya iritasi, kerusakan organ sampai ancaman penyakit kanker, kita bisa menggunakan deodoran dengan kandungan yang lebih alami.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon