Wednesday, August 30, 2017

Tips Mengatasi Kram ketika Olahraga

Olahraga merupakan aktivitas yang menyehatkan dan sering dilakukan oleh banyak orang. Namun, metode yang salah saat memulai olahraga justru dapat menyebabkan permasalahan pada otot, misalnya terjadinya kram. Ada banyak penyebab terjadinya kram pada saat berolahraga, misalnya pemanasan yang tidak tepat atau terlalu sebentar.

Tips Mengatasi Kram ketika Olahraga

Tips Mengatasi Kram ketika Berolahraga


Regangkan Otot

Cara pertama adalah dengan meregangkan otot yang mengalami kram. Jika kram terjadi pada otot kaki maka Anda dapat berbaring sambil meluruskan kaki. Mintalah orang lain untuk menarik telapak kaki ke arah kepala. Lakukan cara ini dengan perlahan agar otot yang kram dapat segera pulih. Dengan meregangkan otot yang kram akan mengembalikan posisi otot yang mengalami kram tadi.

Cara peregangan otot lain yang bisa dilakukan adalah dengan berdiri sejauh satu meter atau lebih dari dinding. Kemudian condongkan badan ke depan, taruh kedua telapak tangan di dinding dengan punggung dan lutut lurus serta telapak kaki menyentuh lantai. 

Pijat dengan Lembut

Apabila dengan cara peregangan tadi belum bisa memulihkan otot yang kram, Anda bisa melakukan cara lain yakni dengan memijatnya dengan lembut. Pemijatan yang dilakukan dengan lembut ini dimaksudkan untuk membantu proses relaksasi otot yang mengalami kram. Perlu diingat pemijatan harus dilakukan dengan lembut, tidak boleh dengan keras seperti saat memijat kaki yang terkilir. Karena kram dan terkilir merupakan permasalahan otot yang berbeda.

Rendam atau Kompres dengan Air Hangat

Cara lainnya untuk mengatasi kram yang terjadi ketika berolahraga adalah dengan mengompres atau merendam dengan air hangat. Seperti yang sudah diketahui bahwa air hangat memiliki manfaat untuk membantu relaksasi otot yang tegang, sehingga sangat berguna membantu otot kram yang terjadi pada saat berolahraga. 

Perendaman atau pengompresan dengan air hangat ini merupakan cara yang dilakukan jika penanganan dengan cara peregangan dan pemijatan belum berhasil. Jika kram yang terjadi cukup parah dan tidak segera pulih maka penggunaan air hangat sangat efektif.

Dengan Cairan Elektrolit

Bisa saja kram ketika olahraga terjadi karena seseorang tidak minum air dengan cukup. Sehingga pada saat mengalami kram Anda bisa minum air atau cairan elektrolit yang berfungsi mengatasi dehidrasi. Biasanya dehidrasi terjadi karena aktivitas fisik yang terlalu berat. Sehingga menjadikan seseorang mengalami kram otot.

Pemberian cairan elektrolit akan membantu otot tubuh yang mengalami kram menjadi cepat pulih, sehingga segera bisa beraktivitas kembali. Usahakan untuk minum cukup air atau cairan elektrolit ketika akan dan sedang melakukan olahraga agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti kram otot dapat dihindari.

Pemberian Obat Muscle Relaxant

Apabila kram yang terjadi tidak kunjung sembuh, maka cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan obat muscle relaxant. Pemberian obat ini bisa dilakukan dengan pengawasan dokter yang sudah ahli serta pada kondisi tertentu yang mengharuskan pemberian obat muscle relaxant.

Agar kram pada otot bisa dihindari Anda bisa melakukan peregangan dan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga. Peregangan yang dilakukan bisa mengurangi terjadinya kram pada otot. Selain itu, minum cairan elektrolit dengan cukup juga membantu dalam mencegah terjadinya kram pada saat berolahraga.

Ketika cuaca sedang panas usahakan agar mengurangi aktivitas olahraga yang terlalu berat. Olahraga yang baik ketika pagi hari dan sore hari, karena cahaya matahari tidak begitu terik, sehingga kemungkinan terjadinya kram lebih sedikit.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon