Tuesday, September 18, 2018

TIPS MEMILIH KOSMETIK YANG AMAN BERDASARKAN BPOM

Ciri-ciri Kosmetik Ilegal dan Palsu. Produk kosmetik menduduki peringkat kedua sebagai produk yang paling sering dibeli secara online setelah produk busana. Menjamurnya produk kosmetik di Indonesia rupanya memicu peredaran kosmetik ilegal dan palsu yang dapat membahayakan kesehatan. Lihat juga TIPS AMAN DAN EKONOMIS MEMBELI KOSMETIK

TIPS MEMILIH KOSMETIK YANG AMAN BERDASARKAN BPOM

Semua orang tentu ingin menggunakan produk kecantikan yang terbuat dari bahan yang aman dan tidak beracun.

Sayangnya, tidak mudah untuk mengenali merek mana yang asli dan ilegal dengan produk yang palsu. Sekalipun menawarkan label “organik” atau “alami”, nyatanya tidak semua produk benar-benar alami dan terbebas dari bahan-bahan berbahaya.

Cara mudah mengenali kosmetik ilegal adalah tidak adanya nomor izin edar (NIE) dari BPOM. Artinya, kosmetik tersebut belum diuji oleh BPOM sehingga tidak diketahui apakah kandungannya aman bagi kulit atau tidak.

Ciri-ciri kosmetik ilegal lainnya dapat dilihat dari bahan yang terkandung dalam kosmetik. Sejumlah bahan-bahan kimia berbahaya yang banyak terkandung pada kosmetik palsu di antaranya merkuri, timbal, arsen, pewarna sintetis, dan silikon.

Jika menemukan salah satu dari lima bahan tersebut, maka kosmetik tersebut kemungkinan besar tergolong ilegal dan palsu.

Berikut cara memilih produk kosmetik yang aman untuk kesehatan

1. Cek KLIK
Cara pertama sebelum membeli produk kosmetik adalah cek KLIK. Cek KLIK artinya cek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa pada kosmetik.

Pertama-tama, cek kemasan dan label produk kosmetik yang Anda beli. Periksa setiap sisinya apakah terdapat kecacatan dan perbedaan dengan kemasan kosmetik yang asli.

Selanjutnya, temukan Nomor Izin Edar (NIE) pada kemasan produk. Kosmetik yang legal dan aman sudah pasti mengantongi izin resmi dari BPOM dan memiliki nomor izin edar tersebut. Artinya, bahan-bahan yang terkandung pun dijamin aman karena sudah diuji terlebih dahulu oleh BPOM.

Selain itu, pastikan bahwa nomor izin edar tersebut benar-benar terdaftar pada web resmi BPOM. Sebab, mungkin saja beberapa produk kecantikan hanya sekadar menempel nomor izin edar yang asal-asalan.

Jika produk kosmetik yang dibeli tidak memiliki nomor izin edar maupun tidak benar-benar terdaftar, maka kosmetik tersebut sudah pasti ilegal dan tidak terjamin kandungannya.

Jangan lupa untuk melihat tanggal kedaluwarsa pada label produk. Hal ini sering kali terlewatkan karena kebanyakan orang percaya bahwa setiap kosmetik yang beredar adalah produk baru.

Sama seperti makanan, kosmetik yang kedaluwarsa dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

2. Harga murah tidak menjamin kualitas
Sebagian besar konsumen mengeluhkan harga kosmetik yang kian mahal dan membuat kantong jebol. Karena itulah, banyak orang yang mulai melirik produk kosmetik yang sama, namun dijual dengan harga yang lebih murah, bahkan terkadang cenderung tidak masuk akal.

Harga kosmetik yang murah memang tidak menguras kantong, tetapi diam-diam dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Pasalnya, sudah banyak kasus yang menemukan bahwa beberapa produk kosmetik dengan harga murah ternyata palsu dan ilegal.

Bila demikian, kandungannya tentu tidak dapat dipastikan apakah benar-benar aman atau tidak. Maka itu, jangan mudah tertipu dengan harga murah dan periksa lagi keaslian produk.

Bukannya tidak masalah jika harga sedikit mahal, namun menjamin kesehatan?

3. Beli di toko kosmetik yang terpercaya
Agar mendapatkan produk kosmetik yang aman, pastikan membelinya di toko yang terpercaya.

Selain toko konvensional, kini sudah banyak toko online yang juga menjual kosmetik. Akan tetapi, pastikan bahwa toko tersebut benar-benar terpercaya dan menjual produk kosmetik yang asli.

Jika kamu membeli kosmetik secara langsung di toko, perhatikan lagi kemasan, tekstur, aroma, dan warna kemasan secara detil.

Selanjutnya, bandingkan dengan kosmetik asli yang kamu punya. Bila menemukan bentuk kemasan yang tidak meyakinkan, tekstur produk yang tidak biasa, aroma menyengat, atau warna kemasan yang cenderung pekat atau lebih pudar, maka kamu patut mewaspadainya. Sebab bisa jadi produk tersebut palsu.

4. Perhatikan reaksi setelah memakai kosmetik
Bagi yang sudah sering membeli kosmetik tentu sudah handal dalam mencoba tester kosmetik.

Caranya adalah dengan mengoleskan sedikit produk ke bagian punggung tangan untuk melihat tekstur dan warna, apakah cocok dengan yang dicari atau tidak.

Cara ini tidak hanya sekadar mencocokkan produk kosmetik dengan keinginan, Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai salah satu cara memilih produk kosmetik yang aman.

Setelah mengoleskan segaris kosmetik di punggung tangan, coba lihat tekstur, warna, dan aromanya. Mudahnya, kosmetik yang aman tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi. Sebaliknya, kosmetik palsu dapat menimbulkan gejala berupa ruam merah, kulit gatal dan bengkak, hingga sakit kepala, mirip dengan gejala alergi kosmetik.

Meski demikian, hal ini biasanya lebih jelas terlihat setelah beberapa kali pemakaian.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon