Friday, October 19, 2018

WAJIB TAHU SEBELUM MENCOBA MINYAK ESENSIAL UNTUK PERAWATAN KULIT DAN TUBUH

8 Hal yang Harus Diketahui tentang Minyak Esensial. Selama berabad-abad lamanya, minyak esensial telah digunakan untuk aromaterapi, wewangian, dan perawatan kulit. Namun tidak seperti produk kecantikan lain, dalam menggunakan minyak esensial Anda perlu memerhatikan berbagai hal agar tidak menimbulkan masalah pada tubuh dan kulit. Lihat juga BAHAN ALAMI AMPUH ATASI JERAWAT SAAT HAMIL

WAJIB TAHU SEBELUM MENCOBA MINYAK ESENSIAL UNTUK PERAWATAN KULIT DAN TUBUH

Sebelum Anda benar-benar rutin menggunakannya, berikut beberapa hal yang harus diketahui mengenai minyak esensial.

1. Menggunakannya saat mandi

Minyak esensial dapat menembus kulit lebih dalam ketika diaplikasikan dalam suhu hangat. Tempat termudah untuk melakukan hal ini adalah di kamar mandi.

Cukup oleskan minyak esensial di bagian dada dan berdirilah di bawah shower saat mandi. Uap akan mengangkat minyak esensial dan memungkinkan partikel mikro masuk lebih dalam ke paru-paru.

2. Jangan menggunakan beberapa jenis minyak di bawah sinar matahari

Beberapa jenis minyak esensial yang mengandung jeruk, jahe, dan ketumbar dapat membahayakan kulit jika dioleskan dan dipakai di bawah sinar matahari. Gunakan beberapa jenis minyak esensial tersebut di dalam ruangan.

3. Menghirupnya

Menghirup minyak esensial adalah cara cepat untuk merasakan manfaatnya. Teteskan dua hingga tiga kali dari minyak esensial favorit Anda ke tisu atau kapas, dan hiruplah aromanya.

4. Jangan berusaha menghilangkannya dengan air

Menggunakan air untuk menghilangkan minyak sebenarnya justru mempercepat penyebarannya. Sebagai gantinya, hilangkan minyak esensial dengan minyak goreng, zaitun, atau anggur.

5. Periksa labelnya

Jangan hanya percaya pada satu produk karena memberikan label tertentu seperti alami, terapeutik, atau murni. Sebaliknya, carilah nama botani lainnya, negara asal, 100 persen organik, dan mengambil bahan-bahan dari alam liar pada bagian label produk minyak esensial.

6. Memiliki Konsentrasi Tinggi

Eseential oil sebenarnya bukanlah minyak sungguhan. Produk ini merupakan memiliki kandungan dengan konsentrasi tinggi yang diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan, baik dari daun, batang, biji/buah hingga bunga. Penggunaan kata oil digunakan karena teksturnya yang menyerupai minyak, meskipun minyak esensial tidak mengandung asam lemak layaknya sebuah minyak. Untuk menghasilkan 1 pon minyak esensial mawar dibutuhkan antara 5.000-10.000 pon kelopak mawar.

7. Gunakan Sesuai Takaran

Mengingat minyak esensial punya konsentrasi tinggi, maka takaran dalam penggunaannya juga harus disesuaikan. Jangan pernah menggunakan minyak esensial secara berlebihan, karena bukan manfaat yang didapatkan, bisa-bisa Anda malah mengalami alergi atau timbul ruam, hingga rasa gatal. Sedangkan jika dihirup secara berlebihan, minyak esensial akan menimbulkan rasa mual, pusing bahkan bisa menyebabkan pingsan. Jadi sebaiknya ikuti petunjuk yang disarankan pada tiap kemasan.

8. Tidak Semua Essential Oil Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Bahan alami tidak selamanya aman dan tanpa efek samping, apalagi jika dihubungkan dengan kondisi tubuh. Beberapa minyak essensial memang aman untuk ibu hamil terlebih setelah trisemester pertama, selain itu pepermint essential oil juga dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI bagi para ibu hamil, namun sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter ahli jika ingin menggunakannya.

Beberapa jenis minyak essensial perlu dihindari ibu hamil karena dapat memicu kontraksi, meningkatkan tekanan darah hingga dapat menyebabkan pendarahan pada rahim. Untuk ibu hamil dan menyusui hindari minyak esensial yang mengandung antara lain : inten, serai, daun kayu manis, thyme dan rose.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon