Sunday, April 8, 2018

14 KANDUNGAN BERBAHAYA YANG HARUS DIHINDARI DI DALAM PRODUK KECANTIKAN

Kandungan Bahan-bahan pada Produk Kecantikan yang Berbahaya. Ada beberapa kandungan di dalam produk kecantikan ternyata tidak baik untuk kesehatan kulit dan tubuh. Karena itu sebaiknya berhati-hati dalam memilih produk kecantikan. Baca juga TIPS AMAN MEMBELI KOSMETIK BEKAS

14 KANDUNGAN BERBAHAYA YANG HARUS DIHINDARI DI DALAM PRODUK KECANTIKAN

Berikut beberapa kandungan berbahaya yang perlu kita ketahui.

Merkuri
Merkuri adalah suatu senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan melanin, suatu pigmen yang membuat kulit berwarna hitam.

Merkuri berbahaya karena bersifat teratogenik (membuat perkembangan janin menjadi abnormal), serta dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Formaldehida
Lebih sering disebut dengan nama methanal. Kita yang belum mengenal baik formaldehida, biasanya kandungan sering terdapat dalam produk rambut dan juga kuteks. Bahan ini berbau sangat keras, karena itu hampir semua kuteks memiliki bau yang sangat khas. Bahan tersebut dilarang di Eropa karena dikenal sebagai carsinogen yang menyebabkan masalah pernafasan. Anehnya, di Amerika zat tersebut dianggap aman sebagai bahan kuteks, namun tidak aman dalam produk perawatan rambut.

Hydroquinone
Zat ini dapat menjadi karsinogen jika digunakan dalam dosis tinggi, maka konsentrasi hydroquinonone dilarang melebihi 1% di Uni Eropa. Di Amerika zat ini tidak dilarang karena di nilai cukup aman jika menggunakan konsentrasi yang tidak terlalu pekat. Zat ini biasa ditemukan di dalam produk skincare seperti obat jerawat, anti-aging, pencerah wajah, dan penghilang flek hitam. Kebanyakan menggunakan obat ini dapat merusak kulit dan menyebabkan fotosensitivitas, yaitu alergi matahari karena kulit menjadi hipersensitif terhadap sinar UV.

Timbal
Unsur ini illegal atau tidak diizinkan sebagai bahan dalam penggunaan makeup di Eropa, Kanada, dan Jepang. Penggunaan timbal yaitu adalah neurotoksin dapat mengaruhi kesuburan laki-laki dan perempuan, dan dalam dosis kecil pun dapat membahayakan. Anehnya, bahan tersebut tidak dilarang di Amerika, Food and Drugs Administration menyatakan jumlah timbal yang ditemukan di lipstik tidak cukup untuk melakukan kerusakan fatal. Lebih dari 60% lipstik asal Amerika memiliki kandungan timbal. Selain pada lipstik, timbal juga ditemukan dalam cat rambut.

Triklosan
Bahan ini benar-benar dilarang di Uni Eropa karena menyebabkan gangguan pada sistem endoktrin, yaitu dapat memunculkan masalah kesehatan yang melibatkan hormon kita seperti obesitas dan masalah kesuburan. Bahan ini tidak dilarang di Amerika, namun saat ini menjadi kontroversi yang sedang diselidiki oleh para peneliti. Triklosan paling sering ditemukan di dalam pasta gigi, antibacterial soap, dan hand sanitizers.

Paraben
Seperti triklosan, paraben dapat mengakibatkan efek samping gangguan sistem endoktrin. Menurut riset, efek samping termasuk kanker payudara, kanker kulit, dan penurunan jumlah sperma. Karena risiko ini ada 5 jenis paraben yang dilarang secara ketat di Eropa. Berbalik dengan Eropa, Amerika serikat tidak percaya bahwa paraben berbahaya bagi kesehatan kita saat digunakan dalam makeup. Hampir seluruh produk lotion, foundation dan makeup lainya mengandung paraben. Make sure you check the label.

Sodium lauryl sulfat
Sodium lauryl sulfat (SLS, kadang-kadang juga dikenal sebagai (SLES) adalah zat aditif kimia yang membuat suatu produk memiliki gelembung dan berbusa. Bahan ini sering terdaftar sebagai bahan utama dalam sabun, sampo, produk pencuci muka dan sabun cuci tangan, kata Coulter. Alasan bahwa SLS harus dihindari adalah bahwa SLS dapat terkontaminasi dengan etilen oksida, yang oleh Agency for Research on Cancer disebut sebagai bersifat karsinogen.

Petroleum distillates
Dilarang di Uni Eropa karena dianggap sejenis dengan carsinogen. Bahan ini banyak ditemukan di makeup asal Amerika. Di Amerika zat tersebut tidak dilarang karena menurut Cosmetic Ingredient Review bahan tersebut aman untuk makeup dan tidak berefek buruk pada kesehatan kita. Bahan ini biasanya digunakan untuk produksi mascara.

Tretinoin
Tretinoin atau yang biasa dikenal sebagai Asam Retinoat dan Retionic Acid sering kali disalah gunakan dalam kandungan obat peeling, obat jerawat dan krim pemutih yang bekerja dengan proses pengelupasan kulit. Efek samping yang dirasakan jika terpapar zat ini adalah kulit kering, kulit terbakar dan teratogenik.

Silikon (Silica)
Silikon merupakan bahan kimia yang biasa digunakan di dalam kosmetik. Fungsi dari silikon dalam kosmetik adalah untuk melembutkan, menghaluskan dan melembapkan kulit. Lalu mengapa silikon dikatakan sebagai bahan yang berbahaya? Hal ini ternyata karena sifatnya yang waterproof alias tidak larut dalam air sehingga sekali bahan ini menempel pada kulit maka akan sulit untuk dihilangkan atau dibersihkan.

Apabila terjadi penggunaan yang terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang maka zat kimia ini akan terus menempel pada kulit dan dapat menyebabkan berbagai masalah seperti infeksi dan penyakit seperti kanker.

Selenium sulfida
Bahan ini telah dilarang di Eropa dan Jepang, karena tidak hanya buruk untuk kesehatan, tapi juga tidak ramah lingkungan. Dari hasil ilmiah, menurut sebuah laporan oleh National Toxicology Program bahan ini memiliki kesamaan dengan zat aktif carsinogen. Namun, FDA tidak menemukan selenium sulfida berbahaya dalam jumlah kecil, maka tetap legal dengan konsentrasi 1% atau kurang. Bahan ini paling sering ditemukan di sampo anti ketombe.

Phthalate
Termasuk pengganggu sistem endokrin lainya, phthalate dapat menyebabkan berbagai masalah hormonal. Dilarang di Uni Eropa, bahan ini telah dikaitkan dengan masalah kesuburan dan obesitas. Meskipun ada risiko ini, FDA tidak memiliki bukti bahwa Phthalate menghadirkan risiko kesuburan saat digunakan. Phthalate paling sering ditemukan pada parfum, deodoran, kuteks.

Quarterium -15
Bahan ini mengandung formaldehida. Bahan ini dilarang di Eropa karena sejenis dengan carsinogen dimana sudah dilakukan patch test. Quarterium-15 merupakan allergen umum, namun Cosmetic Ingredients Review Amerika menyatakan quaternium-15 agar aman untuk digunakan dalam kosmetik dalam konsentrasi hingga 0,2%. Bahan ini paling banyak ditemukan di eyeshadow, shampoo, bodywash.

Stearalkonium Chloride
Stearalkonium klorida dikembangkan oleh industri kain sebagai pelembut kain. Namun, zat kimia ini juga terkandung dalam kondisioner dan krim rambut. Bahan ini dapat menyebabkan reaksi alergi.

Untuk mengetahui apakah produk kecantikan yang Anda miliki mengandung zat berbahaya atau tidak, Anda dapat mengeceknya di web page resmi yang dikelola oleh Direktorat Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan, dan Kosmetik BPOM. Setiap produk kosmetik yang sudah lolos dari penilaian BPOM akan mendapatkan nomor notifikasi kosmetik.

Nomor ini diawali dengan huruf N, diikuti huruf A/B/C/D/E, dan diikuti dengan 11 angka. Pada kemasan kosmetik yang Anda beli, silakan cari deretan nomor ini, masukkan ke tab pencarian yang tersedia, dan lihat status apakah kosmetik yang Anda gunakan sudah ternotifikasi. Jika sudah, maka produk tersebut sudah lolos penilaian BPOM dan tentunya tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang tadi. Selain memasukkan nomor notifikasi kosmetik, Anda juga dapat memasukkan nama kosmetik yang Anda beli ke tab pencarian tersebut untuk melihat statusnya.

Jadilah konsumen makeup dan skincare yang kritis. Perhatikan kandungan di dalam kosmetik Anda sebelum membeli.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon