Thursday, January 17, 2019

CIRI-CIRI KOSMETIK DAN SKIN CARE OPLOSAN

Jadi Konsumen Cerdas, Kenali Tanda Kosmetik Oplosan. Sebagai konsumen yang cerdas, harus lebih memperhatikan produk perawatan kulit atau kosmetik sebelum digunakan. Jangan langsung tergoda untuk membeli sebuah produk kosmetik tanpa mengetahui kandungan yang terkandung dalam kosmetik tersebut. Baca juga TIPS AMAN DAN EONOMIS MEMBELI KOSMETIK 5 Hal Penting Wajib Diketahui Sebelum Membeli Kosmetik


Saat ini banyak produsen kosmetik dan perawatan kulit menggunakan artis memasarkan produknya lewat media sosial dan market place. Padahal, belum tentu artis tersebut mengetahui kandungan yang terkandung dalam kosmetik yang mereka iklankan. Atau Anda mungkin juga terkecoh dengan label bahwa produk tersebut diimpor dari luar negeri.

Jangan mudah terkecoh dengan iklan suatu produk, tidak peduli siapa artis pengiklannya atau apakah produk itu diimpor dari luar negeri.

Untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan karena pemakaian kosmetik olosan ini, berikut adalah lima tandanya yang harus dicurigai.

1. Tidak punya izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)

Coba cek kemasan dan keterangannya, apakah terdapat nomor seri yang terdaftar pada BPOM. Ada atau pun tidak, Anda selalu bisa mengecek lewat nomor, nama produk, dan merek di cekbpom.pom.go.id.

2. Tidak mencantumkan alamat kantor/pabrik, dan bila dicari di mesin pencari, tidak bisa menemukan keterangan lebih lanjut tentang produsen

Terkadang, konsumen hanya bisa menemukan nama produsen tanpa keterangan website, alamat, atau nomor telepon layanan pelanggan yang bisa dihubungi. Coba cari keterangan lebih lanjut di mesin pencari dan daftar BPOM, karena bila merek tersebut merupakan merek lokal/merek internasional dengan distributor terdaftar, kita akan bisa menemukan keterangan jelas tentang produsen.

3. Tidak mencantumkan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya secara rinci

Kita sebagai konsumen tentu berhak tahu apa saja kandungan yang dipakai di dalam sebuah produk. Bila merasa kandungan dan jumlah yang dicantumkan pada kemasan tidak mendetail, tanyakan kepada layanan konsumen penjual produk tersebut.

4. Menggunakan nama dokter kulit/klinik sebagai merek

Beberapa merek kosmetik oplosan yang ditemukan di pasaran menggunakan nama ‘dokter kulit’ sebagai brand, misalnya krim dr. Susan, bahkan mencantumkan gelar.

Konsumen harus tahu bahwa krim dari dokter kulit biasanya dibuat berdasarkan resep dan diformulasikan untuk kulit seorang pasien dan bukan untuk dijual secara massal. Hati-hati terhadap pencantuman nama dokter di dalam kemasan. Bila memerlukan krim dari dokter kulit, sebaiknya kunjungi dan konsultasikan langsung kepada dokter kulit.

5. Memiliki warna dan bau yang tidak wajar

Di pasaran, banyak beredar kosmetik pemutih yang mengandung merkuri. Merkuri adalah senyawa logam yang seharusnya tidak digunakan di kulit dan biasanya punya aroma besi yang cukup menyengat, maka produsen kosmetik abal-abal akan menggunakan pafum menyengat untuk menutupi baunya.

Beberapa kosmetik tanpa izin juga menggunakan bahan pewarna tekstil yang warnanya menyolok. Waspada bila menemukan skin care berbau dan berwarna yang tidak wajar, apalagi bila di kemasannya tidak bisa menemukan kandungan bahan-bahan yang jelas.

Jika Anda menggunakan kosmetik ilegal, apalagi oplosan memang memicu risiko berbahaya bagi kesehatan. Bukannya jadi semakin cantik, Anda malah mendapatkan efek samping seperti kulit berjerawat, tambah kusam, sampai mengarah pada risiko kanker kulit kalau dipakai terus-menerus.

Karena itu, para kaum hawa harus jeli terhadap produk-produk kosmetik ilegal yang meresahkan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon