Wednesday, May 31, 2017

KOSMETIK NATURAL DAN KOSMETIK ORGANIK 5 Istilah Kosmetik Berlabel Alami

Produk Kecantikan Kosmetik Natural Vs Organik. Di tengah majunya teknologi, banyak wanita justru kembali mencari produk kecantikan yang berbasis alam atau juga organik untuk merawat kulitnya. Akan tetapi ternyata tidak semua orang cocok dengan produk kecantikan berbahan alami atau organik ini. Lihat juga Trik Tampil Cantik Menutupi Alergi

Daftar Istilah Kosmetik Berlabel Alami Natural Organik

Karena itu, kaum wanita perlu mengetahui beberapa istilah dalam dunia kecantikan yang sering terdapat di kosmetik alami/organik.

1. Alami
Biasanya, sebuah produk kosmetik berlabel alami tetap memiliki satu atau dua bahan sintetis. Namun bukan berarti produk tersebut menipu konsumen atau memanfaatkan label alami untuk mengambil keuntungan penjualan saja. Kunci untuk menentukannya adalah memastikan semua bahan alami berada di deretan atas daftar bahan yang digunakan. Daftar bahan kosmetik biasanya diurutkan dari persentase tertinggi sebagai urutan pertama dan persentase terendah sebagai urutan terakhir. Produk berlabel alami lazimnya menempatkan bahan sintetis di urutan terakhir.

Mungkin yang bisa membuat Anda kebingungan adalah bahasa ilmiah yang dipakai dan terdengar seperti bahan sintetis. Misalnya, sodium chloride adalah kata yang umum disebutkan untuk bahan garam laut, citric acid adalah kata umum untuk elemen yang ada dalam lemon atau buah asam sitrat lainnya. Jadi, sangat disarankan untuk belajar mengenai macam bahan kosmetik.

2. Organik
Produk kosmetik organik biasanya menggunakan bahan alami yang ditanam dan dikembangkan secara organik. Dari Food and Drug Administration (FDA) sendiri, kosmetik berlabel organik adalah kosmetik yang persentase organiknya harus mencapai hingga persentase tertentu. Ini bisa bervariasi di berbagai negara, misalnya di California persentase organiknya harus mencapai 70%, sedangkan di Kanada harus mencapai 95%.

Saat ini, sudah ada sertifikat organik bagi produk kosmetik yang mengandung bahan organik, misalnya USDA Organic yang mengharuskan produk tersebut memiliki bahan organik minimal 95%. Dikutip dari Making Cosmetics, OASIS (Organic and Sustainable Industry Standards) mengharuskan sebuah produk organik memiliki persentase sebesar 85% yang kemudian dinaikkan menjadi 95% dua tahun kemudian.

Produk organik diklaim dapat meminimalkan terjadinya iritasi, wajah menjadi sensitif setelah menggunakan produk, atau rona wajah menggelap. Semua produk organik otomatis bebas dari zat pewarna, parfum, serta pengawet yang merupakan zat aktif yang paling banyak menimbulkan alergi. Selain itu, kasus alergi terhadap bahan alami sangat jarang terjadi.

3. Bebas Bahan Sintetis/ Bebas Bahan Kimia
Berbeda dengan kosmetik berlabel alami, kosmetik yang memiliki label ini benar-benar tidak memiliki bahan buatan dan hanya menggunakan elemen atau campuran yang diperoleh secara alami. Serupa dengan kedua label di atas, ada pula kosmetik berlabel plant-based yang berarti terbuat dari tanaman.

4. Cruelty-Free
Pernah melihat simbol kelinci pada suatu produk kosmetik? Itu adalah salah satu sertifikat cruelty-free, yaitu Leaping Bunny. Label ini mengisyaratkan bahwa produk tersebut tidak diujicobakan kepada hewan. Kosmetik luar negeri biasanya ada yang memiliki dan tidak memiliki label ini. Bagaimana dengan kosmetik buatan lokal? Tidak berlabel Leaping Bunny bukan berarti mereka pasti mengujicobakannya pada hewan. Dengan memiliki label 'Cruelty-Free' pun bisa menjadi bukti mereka tidak melakukan pengetesan pada hewan.

Negara yang telah melarang uji coba pada hewan adalah negara-negara Eropa yang memberlakukan peraturan tersebut di 2013. Sebagian negara di AS juga sudah menerapkan peraturan tersebut.

5. Vegan
Kosmetik berlabel vegan sudah tentu tidak memiliki bahan-bahan dari hewan atau bahan sejenis lainnya. Namun, bukan berarti mereka bebas bahan sintetis atau organik. Produk vegan masih mungkin mengandung bahan-bahan sintetis atau kimia lainnya sejauh tidak ada hewan yang terlibat dalam proses pembuatan maupun uji coba produk.

Perlu diingat, natural dan organik bukan berarti aman untuk semua orang. Kita harus ingat ada yang berkulit sensitif atau alergi terhadap bahan-bahan alami tertentu. Bisa saja reaksi alerginya parah dan membahayakan. Pilihlah kosmetik natural dan organik yang sesuai dengan jenis kulit Anda.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon