Sunday, August 20, 2017

Bahaya Induksi Pada Persalinan yang Wajib Anda Ketahui

Mempunyai seorang anak sudah menjadi dambaan setiap pasangan. Sebab kehadiran buah hati akan menambah keharmonisan dalam rumah tangga. Melahirkan seorang anak merupakan kodrat dari seorang ibu. Namun tidak semua persalinan yang dilakukan untuk melahirkan bayi berjalan dengan lancar. Terkadang perlu dilakukan operasi Caesar atau dilakukan juga induksi. 

Bahaya Induksi Pada Persalinan yang Wajib Anda Ketahui

Bahaya Induksi Pada Persalinan 


Berisiko Bayi Prematur

Doa yang selalu terpanjat dari seorang ibu mengandung adalah semoga proses persalinan bisa berjalan dengan normal dan lancar serta keselamatan bagi ibu dan bayi. Namun bagi sebagian ibu kurang beruntung dan tidak dapat melahirkan bayinya dengan cara yang normal. Butuh beberapa bantuan dalam melahirkan bayinya salah satunya adalah dengan cara induksi.

Padahal melahirkan dengan cara induksi sangat berisiko bayi terlahir dengan prematur. Menurut studi yang dilakukan kelahiran bayi premature memiliki banyak masalah baik dalam proses kelahirannya serta tahap perkembangan bayi. Sebab bayi belum memiliki usia yang cukup untuk lahir namun dipaksa untuk keluar. Namun cara ini banyak digunakan demi menyelamatkan bayi dan ibu dalam proses melahirkan.

Proses Melahirkan Akan Lebih Menyakitkan

Melahirkan bayi dengan cara induksi akan memberikan rasa sakit yang luar biasa pada sang ibu. Bukan hanya itu saja proses persalinan juga cenderung berlangsung lebih lama daripada proses melahirkan normal pada umumnya. Sebab cara induksi memerikan kontraksi yang kuat pada bayi dalam rahim dan membuat sang ibu merasakan sakit yang cukup hebat.

Berisiko Ketidaksiapan Secara Fisiologis dan Emosional 

Jika Anda menginduksi persalinan sangat berisiko ketidaksiapan secara fisiologis maupun emosional terutama pada ibu. Sebab memicu persalinan dengan cara apapun akan menyebabkan tekanan pada tubuh bayi dan ibu. Sedangkan hal ini siap secara mental dan fisik oleh keduanya.

Dapat Merusak Otak Bayi

Salah satu bahaya induksi dalam proses persalinan yang perlu Anda ketahui adalah kerusakan otak pada bayi. Sebab saat pemberian rangsangan membuat bayi melakukan kontraksi secara hebat dan membuat posisi bayi begitu dekat sehingga bayi akan sulit bernafas. Akibat dari mekanisme kontraksi buatan ini dapat merusak otak bayi dan membuat bayi sulit untuk bernafas.

Berisiko Terjadinya Infertilitas

Saat memilih cara induksi untuk melahirkan bayi berarti Anda harus siap jika mengalami masalah infertilitas sekunder. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kerusakan rahim akibat rahim yang diberi rangsangan induksi akan pecah dan membawa banyak masalah lainnya salah satunya berisiko masalah infertilitas sekunder.

Berisiko Mengalami Pendarahan Hebat

Sebenarnya sudah menjadi hal yang wajar saat seorang ibu melahirkan mengalami pendarahan. Namun melahirkan dengan cara induksi memiliki resiko pendarahan yang lebih tinggi. Induksi dapat menyebabkan proses pendarahan terjadi dalam waktu yang lebih lama baik selama proses persalinan maupun setelah persalinan akibat terjadinya kerusakan pada rahim. 

Obat-obatan yang digunakan untuk mengindusi menciptakan kesulitan lebih besar dalam merawat bayi. Selain itu juga berisiko menyebabkan depresi yang cukup besar bagi ibu melahirkan. Sehingga akan sangat baik jika persalinan dengan cara induksi dapat  dihindari.

Resiko Susulan Jika Induksi Gagal

Saat induks dilakukan dalam melahirkan bayi secara otomatis Anda akan memicu aliran intervensi medis. Sedangkan intervensi medis sendiri dapat berupa penggunaan obat untuk memaksa serviks terbuka bahkan tidak jarang juga terpaksa digunakan obat-obatan narkotika guna mengurangi rasa nyeri yang semakin tak tertahankan. Bahkan sering juga digunakan vacuum extractor ketika upaya induksi gagal.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon