Friday, August 25, 2017

PENYAKIT KULIT AKIBAT HUBUNGAN INTIM Alergi Kulit Akibat Berhubungan Intim

Penularan Penyakit Kulit Dari Hubungan Seks. Seperti halnya wajah, vagina merupakan bagian tubuh yang sensitif, bahkan jauh lebih sensitif dibanding wajah. Lihat juga VITAMIN KULIT Makanan Alami Untuk Kulit Sehat dan Cantik

PENYAKIT KULIT AKIBAT HUBUNGAN INTIM Alergi Kulit Akibat Berhubungan Intim

Sering juga kita tak menyadari adanya risiko penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa menyerang vagina kita setelah berhubungan seks, seperti:

1. Alergi Kondom

Bila vagina terasa sangat gatal atau iritasi setelah berhubungan seks dan menggunakan kondom berbahan lateks perlu dicurigai, mungkin kita memiliki alergi terhadap lateks.

Alergi lateks dapat menyebabkan vagina terasa panas usai terpapar lateks.

Untuk mengobatinya, gunakan krim berbahan 1 persen hydrokortison segera setelah terasa adanya gatal.

2. Alergi Sperma, Sabun Suami atau Lubrikan

Meskipun alergi terhadap sperma sangat jarang terjadi, namun setidaknya 40.000 perempuan di US mengalami hal ini, seperti yang dilaporkan oleh penelitian di University of Cincinnati.

Selain itu, alergi juga bisa berasal dari penggunaan sabun suami. Jadi, usahakan sedia selalu sabun yang berbeda dengan suami.

3. Lubrikan

Lubrikan juga merupakan alasan perempuan mudah mengalami alergi, sekalipun hal tersebut sangat jarang terjadi. Ada beberapa kasus dimana perempuan mengalami luka pada area kewanitaannya. Luka ini biasanya terjadi karena seks yang terlalu kasar, atau juga karena anal.

Cobalah untuk menggunakan kondom berbahan selain lateks. Agar hal tersebut tidak menimpa Anda, sebaiknya gunakan lubrikan yang tepat untuk berhubungan seks.

4. Trikomoniasis

Penyakit seksual menular seperti chlamydia dan gonorrhea sangat jarang menyebabkan iritasi pada kulit vagina.

Namun, penyakit seksual menular lain seperti trikomoniasis bisa menyebabkan iritasi pada kulit vagina.

Gejala yang sering muncul sama seperti reaksi alergi seperti pada umumnya, namun rasa gatal yang luar biasa akan membuat Anda terasa terganggu.

Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik yang harus diminum oleh kita dan juga suami.

5. Kutil Vagina

Kutil pada vagina bisa muncul berminggu-minggu atau bahkan beberapa bulan setelah melakukan hubungan seks.

Ditambah lagi bila kita sudah terpapar HPV, virus yang memicu munculnya kutil dan berbagai masalah kewanitaan lainnya, maka kemungkinan munculnya kutil akan semakin besar.

6. Iritasi Vagina

Bila vagina terasa gatal serta ada bau yang tak sedap, bisa jadi ada iritasi di area vagina kita.
Untuk mengobatinya, lebih baik segera konsultasikan pada obgyn yang paling Anda percaya agar penanganan sedini mungkin bisa dilakukan.

7. Herpes

Bagi perempuan yang pernah mengalami herpes, tentunya ada risiko dimana Anda akan kembali alami penyakit tersebut, terutama ketika keadaan tubuh sedang tidak fit.

Untuk mengobatinya, disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memberi ibuprofen dan menyarankan untuk mengompres bagian yang gatal dengan air dingin.




Artikel Terkait


EmoticonEmoticon